Apa yang Dikerjakan Electrical Design Engineer dalam FEED dan DED?


 Week 6

Intro

Dalam sebuah proyek, Electrical Design Engineer (EDE) memegang peran krusial dalam memastikan sistem kelistrikan aman, andal, efisien, dan sesuai standar. Pada Week 6 ini, kita akan membahas secara terstruktur apa saja yang sebenarnya dikerjakan oleh seorang Electrical Design Engineer sepanjang siklus proyek.

Disclaimer

Tulisan ini saya susun sebagai penyederhanaan untuk tujuan edukasi dan refleksi profesional. Dalam praktik nyata, tugas dan tanggung jawab Electrical Engineer harus selalu mengacu pada:

  • Standar dan regulasi resmi (IEC, NEC, PUIL/SNI, IEEE, NEMA, NFPA, dll),

  • Spesifikasi perusahaan,

  • Kontrak proyek,

  • Serta peraturan dari otoritas setempat.

Konten ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan dokumen standar resmi, kontrak proyek, maupun kewenangan dan penilaian profesional dari insinyur berlisensi.

Apa Yang Dikerjakan Electrical Design Engineer Dalam FEED dan DED?

Electrical Design Engineer terlibat sejak fase awal proyek hingga menjelang konstruksi, bahkan kadang masih memberikan dukungan teknis saat construction dan commissioning.

Electrical Design Engineer (image generated by AI)

Secara umum, posisi EDE dalam project lifecycle adalah sebagai berikut:

  1. Conceptual / Feasibility Study

    • Memberikan input awal terkait konsep sistem kelistrikan

    • Estimasi kapasitas daya, level tegangan, dan filosofi distribusi

  2. FEED (Front End Engineering Design)

    • Menentukan design basis dan design philosophy

    • Menjadi penghubung antara kebutuhan proses, operasional, dan standar teknis

  3. Detail Engineering

    • Menghasilkan gambar dan dokumen teknis yang siap dibangun

    • Menjawab pertanyaan teknis dari tim procurement dan construction

  4. Construction & Commissioning Support

    • Technical clarification, site query, hingga as-built drawing

1. FEED vs Detail Design (Perbedaan Peran dan Fokus)

Front End Engineering Design (FEED)

Definisi FEED: 

  • Is early and basic design, to accurately discover what resources will be needed. (www.coolinsdictionary.com)
  • stakeholders seek to define the project sufficiently so that they can accurately judge the project’s feasibility and future costs. To make this determination, stakeholders review the project’s definition—from initial conceptual design—in a stage-gate process, where it can only go forward if it has met the criteria for success determined at that stage. (www.aveva.com)
  • Is basic engineering of project, the most critical stage where it is stage is easy to influence the design at a relative low cost. (www.jgc-indonesia.com)
  • FEED adalah tahap awal dalam siklus hidup proyek engineering, yang berfokus pada pengembangan desain dan spesifikasi teknis yang diperlukan untuk menilai kelayakan, biaya, dan jadwal proyek. Pada fase ini, para insinyur dan perancang bekerja sama untuk mendefinisikan skala proyek, opsi teknologi, tata letak, dan estimasi biaya. Tujuannya adalah memberikan basis yang kuat untuk keputusan lebih lanjut dan memastikan bahwa proyek dapat dilaksanakan dengan efisien. (www.rekayasaengineering.co.id)

Ciri khas pekerjaan Electrical Design Engineer pada fase FEED:

  • Menyusun Electrical Design Basis

  • Menentukan sistem tegangan (LV, MV, HV)

  • Menyusun Single Line Diagram (SLD) level konsep

  • Estimasi beban (load estimation / load list awal)

  • Menentukan standar dan kode (IEC, IEEE, NEC, dll)

  • Studi awal seperti:

    • Load flow (konseptual)

    • Short circuit (perkiraan)

    • Philosophy proteksi

Output FEED digunakan sebagai dasar:

  • Estimasi biaya (CAPEX)

  • Tender EPC

  • Keputusan investasi.

Detail Engineering Design (DED)

Definisi DED: 
  • Is the final step in the capital project planning process before construction starts. Once the FEED stage is complete, the project moves to the detailed design phase. In this phase, engineers continue to improve and refine the design, including making adjustments to plans, specifications and estimates. (www.aveva.com
  • In general, detail engineering design includes the following stages: (1) Checking specifications (2) Defining subsystems, checking, and assembling parts (3) Finalizing individual parts and accomplishing technical calculations (4) Checking conformity with the standards (5) Preparing and reviewing documents, including the set of manufacturing drawings. (www.mcgill.ca)

Ciri khas pekerjaan pada fase Detail Design:

  • Final Single Line Diagram

  • Wiring diagram & schematic

  • Cable sizing & cable schedule

  • Equipment datasheet (transformer, panel, motor, UPS, dll)

  • Lighting & grounding layout

  • Perhitungan detail:

    • Load flow

    • Short circuit

    • Motor starting

    • Arc flash.

2. Engineering Deliverables Electrical

Deliverables adalah produk yang dihasilkan oleh seorang Electrical Design Engineer. Deliverables yang tercantum di bawah ini tidak bersifat mutlak dan hanya merupakan beberapa contoh, serta bergantung pada jenis proyek dan ketentuan kontrak.

Dokumen

  • Electrical Design Basis

  • Electrical Specification

  • Load List

  • Cable Schedule

  • Calculation Report

Gambar (Drawings)

  • Single Line Diagram (SLD)

  • Equipment layout

  • Cable routing / tray layout

  • Lighting layout

  • Grounding & lightning protection layout

Data Teknis

  • Equipment datasheet & technical evaluation

  • Interface data dengan vendor

Deliverables ini menjadi acuan bagi:

  • Procurement (untuk pembelian peralatan)

  • Construction (untuk instalasi)

  • Operation & Maintenance (untuk operasional jangka panjang)

4. Koordinasi Dengan Disiplin Lain

Dalam pelaksanaan pekerjaan desain, Electrical Engineer harus melakukan koordinasi lintas disiplin secara terstruktur dan terdokumentasi, mengacu pada Project Communication Plan yang ditetapkan sejak tahap inisiasi proyek.

Beberapa Disiplin yang paling sering berinteraksi:

  • Process Engineer
    Untuk memahami kebutuhan daya dari peralatan proses.

  • Mechanical Engineer
    Terkait motor, rotating equipment, dan package vendor.

  • Instrumentation & Control (I&C)
    Integrasi antara power, control, dan safety system.

  • Civil & Structural
    Pondasi equipment, trench, duct bank, dan support tray.

  • Project / Construction Team
    Klarifikasi desain, konstruktabilitas, dan sequencing.

Kunci koordinasi yang baik:

  • Gambar yang konsisten

  • Interface yang jelas

  • Komunikasi yang terdokumentasi (MOM, TQ, site instruction)

Kesimpulan

Pada tahap FEED, peran Electrical Design Engineer bersifat strategis karena menentukan arah teknis dan ekonomi proyek. Fokus utama berada pada penetapan konsep sistem kelistrikan, filosofi desain, kapasitas utama, serta asumsi-asumsi kunci yang akan menjadi dasar desain lanjutan. Keputusan di fase ini belum bersifat detail konstruksi, tetapi sangat menentukan keandalan, keselamatan, dan fleksibilitas sistem di tahap berikutnya.
FEED juga menjadi fondasi penting bagi pembentukan estimasi biaya proyek. Dalam praktik manajemen biaya yang dirujuk secara luas, seperti kerangka AACE (Association for the Advancement of Cost Engineering), tingkat kematangan desain pada fase FEED digunakan sebagai dasar penyusunan estimasi anggaran yang cukup andal untuk pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu, kualitas output Electrical Design Engineer di FEED—melalui koordinasi lintas disiplin dan kejelasan basis desain—akan sangat mempengaruhi kelancaran transisi menuju Detail Design atau DED, sekaligus meminimalkan perubahan besar dan risiko biaya di fase konstruksi.

Referensi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa yang Dikerjakan Electrical Design Engineer dalam FEED dan DED?"

Post a Comment