Peran Electrical Engineer dalam Proyek: Client, Consultant, dan Contractor
Week 4
Intro
Di minggu ke-4 ini, kita akan membahas peran Electrical Engineer dalam proyek dari beberapa sudut pandang posisi kerja, yaitu sebagai Client (Owner’s Engineer), Consultant, dan Contractor. Walaupun sama-sama menyandang titel Electrical Engineer, fokus pekerjaan, tanggung jawab, dan cara berpikir di setiap posisi bisa sangat berbeda.
Tulisan ini disusun untuk membantu memahami gambaran besar peran tersebut, khususnya bagi engineer yang sedang membangun karier, berpindah peran, atau ingin melihat proyek secara lebih utuh.
Disclaimer
Tulisan ini saya susun sebagai penyederhanaan untuk tujuan edukasi dan refleksi profesional. Dalam praktik nyata, tugas dan tanggung jawab Electrical Engineer harus selalu mengacu pada:
Standar dan regulasi resmi (IEC, NEC, PUIL/SNI, IEEE, NEMA, NFPA, dll),
Spesifikasi perusahaan,
Kontrak proyek,
Serta peraturan dari otoritas setempat.
Konten ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan dokumen standar resmi, kontrak proyek, maupun kewenangan dan penilaian profesional dari insinyur berlisensi.
Peran Electrical Engineer Dalam Proyek: Client, Consultant & Contractor
Peran Electrical Engineer akan sangat bergantung pada posisi organisasi tempat ia bekerja. Untuk memberikan gambaran yang lebih realistis, contoh di bawah ini dirangkum dan disederhanakan dari job description beberapa perusahaan di industri energi dan konstruksi. Contoh-contoh Job description dibawah saya ambil dari job description beberapa perusahaan: Saudi Aramco, Wood, etc.
1. Electrical Engineer (Client - Owners Engineer)
Electrical Engineer di sisi client berperan sebagai perwakilan teknis pemilik proyek. Fokus utamanya bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada keandalan jangka panjang, keselamatan, efisiensi biaya, dan kesesuaian dengan tujuan bisnis perusahaan.
Tanggung jawab utama:
Memberikan dukungan teknis harian kepada tim Operasi dan Maintenance untuk troubleshooting sistem kelistrikan, termasuk pelaporan dan dokumentasi.
Memberikan nasihat dan asistensi teknis kepada tim desain, konstruksi, maintenance, dan operasi terkait sistem kelistrikan.
Menyusun konsep engineering untuk instalasi baru dan proyek upgrade, termasuk ruang lingkup kerja, perhitungan, dan spesifikasi teknis.
Melakukan review proposal proyek dan paket desain detail untuk fasilitas baru.
Terlibat dalam kegiatan testing, commissioning, serta Turnaround & Inspection.
Memelihara dan memperbarui dokumen engineering dan gambar teknis.
Menganalisis performa sistem dan mengidentifikasi peluang energy saving.
Memastikan solusi yang diterapkan berkualitas, efisien secara biaya, dan tepat waktu.
Menguji dan melakukan pilot project untuk teknologi baru.
Memastikan kepatuhan penuh terhadap aspek HSE dan memonitor key performance indicators.
Memberikan rekomendasi optimasi teknis dan ekonomis pada fasilitas eksisting.
Memimpin studi kelayakan dan profitabilitas fasilitas baru serta berkontribusi pada strategi bisnis unit.
Mendukung pengembangan, pelatihan, dan mentoring engineer junior.
Memberikan analisis teknis dan ekonomi untuk mendukung keputusan investasi perusahaan.
Kualifikasi Umum:
Minimal Sarjana Teknik Listrik.
Pengalaman kerja ≥ 10 tahun di bidang kelistrikan, dengan pengalaman signifikan di industri Oil & Gas.
Menguasai standar internasional (IEC, IEEE, NEC, NFPA, ANSI, API, dll).
Berpengalaman dengan peralatan HV/EHV seperti switchgear, transformer, motor besar, UPS, kabel, dan sistem proteksi.
Mampu melakukan studi sistem tenaga (short circuit, load flow, arc flash, relay coordination) menggunakan software seperti ETAP.
2. Electrical Engineer (Consultant)
Electrical Engineer di sisi consultant berperan sebagai perancang dan penjaga kualitas desain teknis. Posisi ini menuntut kekuatan fundamental engineering, pemahaman standar, serta kemampuan dokumentasi yang sangat baik.
Tanggung jawab utama:
Memberikan input engineering pada seluruh fase desain dan melakukan interpretasi serta challenge terhadap standar.
Melakukan perhitungan dan studi untuk finalisasi spesifikasi peralatan listrik.
Menyusun requisition dan melakukan evaluasi teknis penawaran vendor.
Melakukan review dokumen vendor untuk memastikan kesesuaian dan kualitas desain.
Menyusun dokumen desain seperti Single Line Diagram (SLD), skema proteksi dan kontrol, serta layout.
Memastikan desain memenuhi aspek keselamatan, lingkungan, dan ergonomi.
Berkoordinasi aktif dengan disiplin lain untuk optimalisasi interface.
Melakukan review desain dari pihak ketiga.
Berpartisipasi atau memimpin design review sesuai lingkup pekerjaan.
Kualifikasi Umum:
Lulusan Teknik Elektro atau disiplin relevan.
Pengalaman minimal 5 tahun, khususnya di industri Oil & Gas.
Pengalaman desain dan pemahaman lapangan.
Menguasai pemodelan sistem kelistrikan, studi sistem tenaga, dan klasifikasi area berbahaya.
Menguasai standar internasional dan komunikasi teknis dalam Bahasa Inggris.
3. Electrical Engineer (Construction)
Electrical Engineer di sisi contractor adalah eksekutor di lapangan. Tantangan utamanya adalah mewujudkan desain menjadi instalasi nyata yang aman, tepat waktu, dan sesuai anggaran.
Tanggung jawab utama:
Mereview gambar desain dan menyusun perencanaan detail (shop drawing, SLD, layout).
Memberikan dukungan teknis selama instalasi dan menyelesaikan permasalahan di lapangan.
Melakukan koordinasi dengan project manager dan disiplin lain.
Mengawasi kualitas instalasi dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Terlibat dalam kegiatan testing, pre-commissioning, dan commissioning.
Menyusun as-built drawing dan menangani technical query (RFI).
Kualifikasi Umum:
Kesimpulan
Secara sederhana, peran Electrical Engineer dalam proyek dapat dirangkum sebagai berikut:
Electrical Engineer di sisi Client (Owner’s Engineer) berperan sebagai penjaga kepentingan pemilik proyek. Fokus utamanya adalah memastikan sistem kelistrikan aman, andal, efisien secara biaya, serta selaras dengan tujuan bisnis dan operasional jangka panjang. Engineer di posisi ini dituntut berpikir strategis, memahami risiko, dan mampu mengambil keputusan teknis yang berdampak besar.
Electrical Engineer di sisi Consultant berperan sebagai perancang dan penjaga kualitas desain. Tanggung jawabnya adalah menerjemahkan kebutuhan client menjadi desain teknis yang memenuhi standar, dapat dibangun, dan siap dioperasikan. Ketelitian, penguasaan fundamental engineering, serta kemampuan koordinasi lintas disiplin menjadi kunci di peran ini.
Electrical Engineer di sisi Contractor berperan sebagai eksekutor di lapangan. Fokusnya adalah mewujudkan desain menjadi instalasi nyata yang aman, tepat waktu, dan sesuai anggaran. Kemampuan problem solving, pengambilan keputusan cepat, serta pemahaman praktis lapangan sangat menentukan keberhasilan di posisi ini.
Referensi
Job Description Electrical Engineer – Industri Oil & Gas (Saudi Aramco, Wood, etc.)

0 Response to "Peran Electrical Engineer dalam Proyek: Client, Consultant, dan Contractor"
Post a Comment