Tugas & Tanggung Jawab Electrical Engineer
Week 2
Intro
Setelah memahami definisi Electrical Engineer pada Week 1 dari sudut pandang standar, regulasi, dan praktik industri, pertanyaan berikutnya menjadi lebih praktis: apa sebenarnya tugas dan tanggung jawab seorang Electrical Engineer?
Di dunia kerja, peran Electrical Engineer sering dipersempit menjadi aktivitas teknis seperti menggambar, menghitung, atau menjalankan perangkat lunak tertentu. Padahal, di balik setiap perhitungan dan gambar teknik, terdapat tanggung jawab besar yang berdampak langsung pada keselamatan manusia, keandalan sistem, dan keberlangsungan aset industri.
Tulisan Week 2 ini membahas tugas dan tanggung jawab Electrical Engineer berdasarkan praktik nyata di industri. Pembahasan difokuskan pada esensi peran engineering—bukan pada jabatan atau posisi organisasi—agar pembaca dapat memahami makna profesionalitas dan akuntabilitas yang melekat pada profesi ini.
Disclaimer
Tulisan ini disusun sebagai penyederhanaan untuk tujuan edukasi dan refleksi profesional. Dalam praktik nyata, tugas dan tanggung jawab Electrical Engineer harus dijalankan dengan mengacu pada standar dan regulasi resmi yang berlaku (seperti IEC, NEC, PUIL/SNI, IEEE, NEMA, dan lainnya), spesifikasi perusahaan, serta peraturan dari otoritas setempat.
Konten ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan dokumen standar resmi, kontrak proyek, maupun kewenangan dan penilaian profesional dari insinyur berlisensi.
Tugas dan Tanggung Jawab Electrical Engineer
Uraian pada bagian ini disarikan dari berbagai Job Description Electrical Engineer di beberapa perusahaan industri oil and gas, baik dari sisi owner maupun consultant. Benang merah dari beragam deskripsi tersebut digunakan untuk menggambarkan tanggung jawab inti yang secara umum melekat pada peran Electrical Engineer di industri.
1. Tanggung Jawab Teknis (Technical Accountability)
Tanggung jawab teknis bagi seorang Electrical Engineer merupakan akuntabilitas penuh atas kebenaran, keselamatan, dan keandalan solusi engineering yang dihasilkan. Hal ini mencakup:
perhitungan teknis,
pemilihan sistem dan peralatan,
interpretasi serta penerapan standar,
verifikasi desain dan instalasi.
Kesalahan pada tahap ini dapat berujung pada kegagalan sistem, kecelakaan, kerugian finansial, hingga risiko keselamatan manusia.
2. Desain dan Engineering Deliverables
Electrical Engineer bertanggung jawab untuk menghasilkan dan/atau memverifikasi engineering deliverables utama, antara lain:
single line diagram,
load list dan cable schedule,
spesifikasi teknis,
studi sistem tenaga (load flow, short circuit, protection coordination),
layout sistem listrik, pencahayaan, dan grounding.
Deliverables ini menjadi fondasi bagi tahap konstruksi, commissioning, hingga operasi aset.
3. Review, Verifikasi, dan Engineering Judgment
Dalam praktiknya, peran Electrical Engineer menuntut kemampuan untuk:
mereview dokumen vendor atau subcontractor,
memberikan komentar dan rekomendasi teknis,
menyetujui atau menolak desain berdasarkan analisis engineering.
Pada tahap ini, standar menjadi acuan minimum, sementara engineering judgment digunakan untuk menilai risiko, keandalan, dan kesesuaian sistem dengan kondisi lapangan serta kebutuhan operasi.
4. Dukungan Konstruksi, Commissioning, dan Operasi
Tanggung jawab Electrical Engineer tidak berhenti di meja desain. Peran ini juga mencakup:
dukungan instalasi di lapangan,
keterlibatan dalam testing dan commissioning,
bantuan troubleshooting selama fase operasi,
pemeliharaan dokumentasi teknik yang mutakhir.
Keandalan sistem pada fase operasi sering kali mencerminkan kualitas keputusan engineering pada fase awal proyek.
5. Keselamatan, Risiko, dan Kepatuhan
Keselamatan merupakan inti profesi Electrical Engineer. Oleh karena itu, tanggung jawab meliputi:
keselamatan listrik,
kepatuhan terhadap HSE,
partisipasi dalam studi risiko (HAZOP, HAZID, SIL, QRA),
penutupan temuan teknis dan NCR.
Keselamatan bukan tugas tambahan, melainkan fondasi dari seluruh aktivitas engineering.
6. Batasan Tanggung Jawab Engineer
Electrical Engineer bertanggung jawab atas keputusan teknis, sementara keputusan komersial, jadwal akhir, dan alokasi sumber daya berada di ranah manajemen. Namun, dalam banyak kasus, rekomendasi teknis engineer menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan strategis.
7. Kesalahan Umum Engineer Junior
Beberapa kesalahan yang sering ditemui pada engineer junior antara lain:
ketergantungan berlebihan pada software tanpa pemahaman konsep dasar,
menganggap proses review sebagai formalitas,
kurang mempertimbangkan aspek operasi dan pemeliharaan,
keraguan dalam mengambil posisi teknis yang tegas.
Pemahaman awal mengenai tanggung jawab profesi membantu menghindari jebakan-jebakan tersebut.
Kesimpulan
Tugas dan tanggung jawab Electrical Engineer jauh melampaui aktivitas menggambar atau menghitung. Profesi ini memikul tanggung jawab teknis, etika, dan keselamatan atas sistem yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan.
Dalam konteks industri, peran Electrical Engineer menuntut ketelitian teknis, keberanian dalam mengambil keputusan, serta kesadaran bahwa setiap detail engineering membawa konsekuensi nyata.
![]() |
| foto saat project di salah satu pabrik di Dumai |
Referensi
Job Description Electrical Engineer – Industri Oil & Gas
Daftar Singkatan & Kepanjangannya
IEC — International Electrotechnical Commission
NEC — National Electrical Code
NFPA — National Fire Protection Association
PUIL — Persyaratan Umum Instalasi Listrik
SNI — Standar Nasional Indonesia
IEEE — Institute of Electrical and Electronics Engineers
NEMA — National Electrical Manufacturers Association
HSE — Health, Safety, and Environment
HAZOP — Hazard and Operability Study
HAZID — Hazard Identification
SIL — Safety Integrity Level
QRA — Quantitative Risk Assessment
NCR — Non-Conformance Report

0 Response to "Tugas & Tanggung Jawab Electrical Engineer"
Post a Comment